Pengaruh Digital Finance Terhadap Risiko Jebakan Utang Pada Individu Di Provinsi Gorontalo: Perspektif Gender

Authors

  • Febi Andriyani Mahmud Program Studi Manajemen Universitas Negeri Gorontalo
  • Dewi Indrayani Hamin Program Studi Manajemen Universitas Negeri Gorontalo
  • Yayu Isyana D. Pongaliu Program Studi Manajemen Universitas Negeri Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.62194/nchbnp69

Keywords:

Digital Finance, Risiko Jebakan Utang, Gender

Abstract

Perkembangan digital finance telah meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan melalui platform seperti e-wallet, mobile banking, paylater, dan pinjaman online. Namun, kemudahan layanan keuangan digital juga meningkatkan risiko akumulasi utang dan tekanan finansial pada individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digital finance terhadap risiko jebakan utang pada individu di Provinsi Gorontalo dengan tinjauan gender sebagai perspektif deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner secara daring kepada 112 responden pengguna layanan digital finance di Provinsi Gorontalo. Metode analisis data menggunakan regresi linear konvensional menggunakan program SPSS 26. Penelitian menunjukkan bahwa digital finance mengurangi risiko jebakan utang dengan cara yang positif dan signifikan. Kemudahan akses layanan kredit digital mendorong perilaku konsumtif serta meningkatkan potensi over-indebtedness, terutama pada kelompok usia muda dengan tingkat pendapatan relatif rendah. Selain itu, responden perempuan menunjukkan intensitas penggunaan layanan digital finance yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki, khususnya dalam penggunaan transaksi konsumtif dan pembayaran digital. Hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa digital finance mampu menjelaskan 11,9% variasi risiko jebakan utang, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti literasi keuangan, kontrol diri, gaya hidup, dan perilaku konsumtif. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan kajian perilaku keuangan digital dan risiko jebakan utang pada masyarakat pengguna digital finance. Selain itu, hasil penelitian menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan digital dan pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab untuk meminimalkan risiko over-indebtedness di era digital.

References

Alessio, G. D. ’, & Iezzi, S. (2013). Household over-indebtedness: definition and measurement with Italian data. http://ssrn.com/abstract=2243578https://ssrn.com/abstract=2243578

Badrudin, R., Fahlevi, M., Dahlan, S. P., Dahlan, O. P., & Dandi, M. (2025). Financial stress and its determinants in Indonesia: Exploring the moderating effects of digital knowledge, age, and gender. Journal of Open Innovation: Technology, Market, and Complexity, 11(2). https://doi.org/10.1016/j.joitmc.2025.100528

Barba, A., & Pivetti, M. (2009). Rising household debt: Its causes and macroeconomic implications a long-period analysis. Cambridge Journal of Economics, 33(1), 113–137. https://doi.org/https://doi.org/10.1093/cje/ben030

Beaumont, P. (2019). Digital Finance Big Data, Start-ups, and the Future of Financial Services. Routledge.

Burlando, A., Kuhnk, M. A., & Prina, S. (2023). Too Fast, Too Furious? Digital Credit Delivery Speed and Repayment Rates. www.iza.org

Djamhari, S. I., Mustika, M. D., Sjabadhyni, B., & Ndaru, A. R. P. (2024). Impulsive buying in the digital age: investigating the dynamics of sales promotion, Fomo, and digital payment methods. Cogent Business and Management, 11(1). https://doi.org/10.1080/23311975.2024.2419484

Febrianty, F., Yuliansyah, Y., Hamzah, R. S., & Annisa, M. L. (2024). Gender Issues in Digital Financial Literacy and Financial Behavior among Millennials. Jurnal Economia, 20(1), 79–94. https://doi.org/10.21831/economia.v20i1.56529

Festus Babarinde, G., & Babatundekazeem, A. (2020). Understanding Digital Finance: A Conceptual Analysis. Lapai International Journal Of Management And Social Sciences A Publication of the Faculty of Management & Social Sciences, 12(1).

Fisher, I. (1933). The Debt-Deflation Theory Of Great Depressions. http://fraser.stlouisfed.org/

Google-Temasek. (2024). e-Conomy SEA 2024 Report: Southeast Asia’s Digital Decade.

Ha, D., Le, P., & Nguyen, D. K. (2025). Financial inclusion and fintech: a state-of-the-art systematic literature review. In Financial Innovation (Vol. 11, Number 1). Springer Science and Business Media Deutschland GmbH. https://doi.org/10.1186/s40854-024-00741-0

Hu, D., Guo, F., Shang.Jianing, & Zhang.Xinyue. (2024). Does digital finance increase household risk-taking? Evidence from China. International Review of Economics & Finance, 93, 1197–1210.

Ikmal, H., Poon, K., Peng, Y., Cheng, A. Y., Loy, C. K., & Hansaram, S. K. (n.d.). The Impact of Buy Now, Pay Later Services on the Impulsive Buying Behavior of Generation Z in Shah Alam, Malaysia. https://doi.org/10.47772/IJRISS

Juita, V., Pujani, V., Rahim, R., & Rahayu, R. (2023). Gender Differences in Financial Technology Gender Differences in Financial Technology (Fintech) Adoption In Indonesia: An (Fintech) Adoption in Indonesia: An Analysis Of Risk Perceptions And Benefits Analysis Of Risk Perceptions And Benefits. Jurnal Riset Akuntansi Dan Keuangan Indonesia, 8(2). http://journals.ums.ac.id/index.php/reaksi/index

Kredivo. (2024). Laporan Perilaku Pengguna PayLater Indonesia 2024.

Liu, J., Chen, Y., Chen, X., & Chen, B. (2024). Digital financial inclusion and household financial vulnerability: An empirical analysis of rural and urban disparities in China. Heliyon, 10(15). https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e35540

Lozano, F.-J. (2025). Cognitive Barriers to Financial Inclusion: The Differential Impact of Literacy on Savings, Debt, and Investment in Chile. Journal of Behavioral Economics and Policy, 1(2), 33–44. https://doi.org/10.55121/jbep.v1i2.1156

Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). The economic importance of financial literacy: Theory and evidence. Journal of Economic Literature, 52(1), 5–44. https://doi.org/10.1257/jel.52.1.5

Ly, R., & Ly, B. (2024). Digital payment systems in an emerging economy. Computers in Human Behavior Reports, 16. https://doi.org/10.1016/j.chbr.2024.100517

Minsky, H. (1992). Financial Instability Hypothesis.

Minsky, H. P. (1986). Stabilizing an Unstable Economy: The Lessons for Industry, Stabilizing an Unstable Economy: The Lessons for Industry, Finance and Government Finance and Government. https://digitalcommons.bard.edu/hm_archive

Modigliani, F. (1954). The Collected Papers of Franco Modigliani (F. Franco, Ed.; Vol. 6). Massachusetts Institute of Technology.

Muhammad Fuad, Sri Hastutik, Rihfenti Ernayani, Baren Sipayung, Laili Savitri Noor, Darlin Aulia, Siti Nur Indah Rofiqoh, Asri Jaya, & Ayu Indira Dewiningrat. (2023). Digital Finance (I. Kusuma, Ed.). Yayasan Cendikia Mulia Mandiri.

Otoritas Jasa Keuangan. (2025). Statistik Fintech Lending Februari 2025 Survei Nasional Literasi & Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022. https://www.ojk.go.id

Plasnajaya, R., & Yulianto, E. (n.d.). Transformasi Gaya Hidup Urban: Studi Etnografis Dampak Pinjaman Online terhadap Konsumerisme Masyarakat Kota Depok.

Putri, A. M., Wiryono, S. K., Damayanti, S. M., & Rahadi, R. A. (2024). Digital Financial Literacy Challenges and Issues: Case in Indonesia. Journal of Economics and Business, 7(4). https://doi.org/10.31014/aior.1992.07.04.643

Putri, N., & Handayani, S. (2021). Perbedaan perilaku penggunaan layanan keuangan digital berdasarkan gender. Jurnal Manajemen Dan Keuangan, 10(1), 45–53.

Putri Pratama, N. (2025). Pengaruh Literasi Keuangan, Kemudahan Penggunaan Teknologi, dan Kepercayaan Sistem Digital terhadap Perilaku Finansial Digital melalui Minat Menggunakan Layanan Keuangan Digital sebagai Variabel Intervening dengan Kesiapan Teknologi pada Generasi Z di Jawa Timur. https://doi.org/10.63822/gwf8s393

Ramadhani, I. G., Aisyah, S., & Daulay, A. N. (2025). The Mediating Role of Lifestyle in Strengthening Financial Management Behavior of Gen Z. https://doi.org/10.55980/ebasr

Serang, A. E. D., Pamungkas, A. D., & Nimala, T. (2025). Paylater Lifestyle: Financial Solution or Debt Trap for the Younger Generation. Nomico Journal, 2. https://doi.org/https://doi.org/10.62872/3f4k9t19

Waki, M., Arif, I., Khan, L., & Khan, F. (2024). Usage of Credit Cards: Debt-Trap or Convenience? Role of Religiosity. Journal of Finance & Economics Research, 9(1), 1–15. https://doi.org/10.20547/jfer2409101

Wang, Y., & Chen, Y. (2025). Digital Financial Inclusion and Rural Household Debt Risks. International Journal of Finance & Economics.

Wardhana, A. R., & Indriyani, D. (2024). Does the development of fintech promote debt risk? Evidence from East Java province. Optimum: Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan, 14(1), 107–115. https://doi.org/10.12928/optimum.v14i1.9036

Warokka, A., Sartika, D., & Aqmar, A. Z. (2025). Digital Credit and Debt Traps: Behavioral and Socio-Cultural Drivers of FinTech Indebtedness in Emerging Economies. https://doi.org/10.20944/preprints202509.2333.v1

World Bank. (2023). The global financial inclusion report 2023. In World Bank Publications.

Xie, Z., & Wu, Y. (2023). Digital finance and household over-indebtedness: Evidence from household in China (Vol. 1, Number 24). https://ssrn.com/abstract=4532431

Yue, P., Korkmaz, A. G., Yin, Z., & Zhou, H. (2022). The rise of digital finance: Financial inclusion or debt trap? Finance Research Letters, 47. https://doi.org/10.1016/j.frl.2021.102604

Downloads

Submitted

2026-05-08

Accepted

2026-06-07

Published

2026-06-10

How to Cite

Mahmud, F. A., Hamin, D. I., & Pongaliu, Y. I. D. (2026). Pengaruh Digital Finance Terhadap Risiko Jebakan Utang Pada Individu Di Provinsi Gorontalo: Perspektif Gender. Jurnal Riset Akuntansi, Perpajakan Dan Auditing, 3(3), 239-253. https://doi.org/10.62194/nchbnp69

Issue

Section

Articles

How to Cite

Mahmud, F. A., Hamin, D. I., & Pongaliu, Y. I. D. (2026). Pengaruh Digital Finance Terhadap Risiko Jebakan Utang Pada Individu Di Provinsi Gorontalo: Perspektif Gender. Jurnal Riset Akuntansi, Perpajakan Dan Auditing, 3(3), 239-253. https://doi.org/10.62194/nchbnp69