Pengaruh Media Visual Terhadap Hasil Belajar Dalam Pembelajaran Matematika Konsep Waktu di SDN 21 Taluak Ampek Suku Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Sumatera Barat
DOI:
https://doi.org/10.62194/mf9b2e67Kata Kunci:
Media Visual, Hasil Belajar, Matematika, Konsep Waktu, Sekolah DasarAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada materi konsep waktu di kelas II SDN 21 Taluak Ampek Suku Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru, penggunaan media pembelajaran yang kurang variatif, serta kesulitan peserta didik dalam memahami konsep waktu yang bersifat abstrak. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam satu siklus dengan melibatkan 20 peserta didik sebagai subjek penelitian. Data diperoleh melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media visual mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi konsep waktu. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 25% pada kondisi awal menjadi 85% setelah tindakan, sedangkan nilai rata-rata kelas meningkat dari 61,50 menjadi 84,25. Penggunaan media visual membantu peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih konkret sehingga lebih mudah memahami hubungan antara posisi jarum jam, satuan waktu, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa media visual dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada materi konsep waktu di sekolah dasar.
Referensi
Arikunto, S., Suhardjono, & Supardi. (2021). Penelitian tindakan kelas (Edisi Revisi). PT Bumi Aksara.
Arsyad, A. (2019). Media pembelajaran (Edisi Revisi). Rajawali Pers.
Daryanto. (2016). Media pembelajaran. Gava Media.
Hamalik, O. (2017). Proses belajar mengajar. PT Bumi Aksara.
Kemendikbud. (2022). Capaian pembelajaran mata pelajaran matematika fase A sekolah dasar. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kemmis, S., & McTaggart, R. (2014). The action research planner: Doing critical participatory action research. Springer.
Mayer, R. E. (2021). Multimedia learning (3rd ed.). Cambridge University Press.
Mulyasa, E. (2022). Menjadi guru penggerak merdeka belajar. PT Bumi Aksara.
National Council of Teachers of Mathematics. (2020). Catalyzing change in early childhood and elementary mathematics: Initiating critical conversations. National Council of Teachers of Mathematics.
Nurdyansyah. (2019). Media pembelajaran inovatif. UMSIDA Press.
Piaget, J. (1977). The development of thought: Equilibration of cognitive structures. Viking Press.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi 2). Alfabeta.
Susanto, A. (2016). Teori belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Prenadamedia Group.
Tafonao, T. (2018). Peranan media pembelajaran dalam meningkatkan minat belajar mahasiswa. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 2(2), 103–114.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Unduhan
Telah diserahkan
diterima
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Asra Ilal Khairi, Riri Trinanda, Ahmad Shamil (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.














